Annual report dan sustainability report sama-sama menjadi bagian penting dalam komunikasi perusahaan kepada stakeholder. Karena keduanya memuat informasi mengenai perusahaan dan umumnya diterbitkan secara berkala, tidak sedikit yang menganggap kedua laporan tersebut memiliki fungsi yang sama.
Padahal, terdapat perbedaan annual report dan sustainability report dari sisi tujuan, fokus informasi, hingga proses penyusunannya.
Secara sederhana, annual report memberikan gambaran mengenai kinerja dan perkembangan perusahaan selama periode tertentu, sedangkan sustainability report berfokus pada dampak dan kinerja keberlanjutan organisasi.
Memahami perbedaannya penting agar perusahaan dapat menentukan pendekatan pelaporan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi maupun stakeholder.
Apa Itu Annual Report?
Annual report atau laporan tahunan adalah laporan yang memberikan gambaran mengenai perkembangan dan kinerja perusahaan dalam suatu periode.
Informasi yang disajikan dapat mencakup profil perusahaan, strategi bisnis, tata kelola, kinerja perusahaan, risiko, hingga informasi keuangan.
Annual report membantu stakeholder memahami kondisi perusahaan serta perkembangan bisnis yang terjadi sepanjang periode pelaporan.
Karena itu, laporan ini banyak digunakan sebagai salah satu sumber informasi bagi pemegang saham, investor, regulator, dan stakeholder lainnya.
Baca Juga: Penyusunan Sustainability Report Sesuai GRI Standards
Lalu Sustainability Report Itu Apa?
Sustainability report atau laporan keberlanjutan adalah laporan yang digunakan organisasi untuk mengomunikasikan informasi mengenai dampak dan kinerja keberlanjutannya.
Informasi yang disampaikan dapat berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, tata kelola, serta berbagai isu keberlanjutan yang relevan dengan aktivitas perusahaan.
Salah satu standar yang banyak digunakan dalam penyusunan sustainability report adalah GRI Standards yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative.
Penggunaan GRI Standards membantu organisasi menyusun pelaporan dampak keberlanjutan secara lebih sistematis.
Apa Perbedaan Annual Report dan Sustainability Report?
Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada nama laporan. Fokus informasi dan pendekatan penyusunannya juga berbeda.

Isi dan format aktual kedua laporan tetap dapat berbeda sesuai karakteristik perusahaan, ketentuan yang berlaku, serta framework pelaporan yang digunakan.
Apakah Annual Report dan Sustainability Report Saling Menggantikan?
Tidak serta-merta.
Annual report dan sustainability report memiliki fokus pelaporan yang berbeda sehingga keduanya dapat memberikan perspektif yang saling melengkapi.
Annual report dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan bisnis dan kinerja perusahaan, sementara sustainability report memberikan informasi lebih mendalam mengenai bagaimana organisasi mengelola dan melaporkan dampak keberlanjutannya.
Dengan demikian, stakeholder dapat memperoleh gambaran perusahaan dari perspektif bisnis sekaligus keberlanjutan.
Apakah Sustainability Report Bisa Menjadi Bagian dari Annual Report?
Pendekatan penyajian informasi sustainability dapat berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.
Dalam praktik corporate reporting, perusahaan dapat menerbitkan sustainability report secara tersendiri maupun menggunakan pendekatan pelaporan lain sesuai kebutuhan organisasi, framework yang digunakan, dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, perusahaan perlu memahami terlebih dahulu persyaratan pelaporan yang relevan sebelum menentukan struktur dan format publikasinya.
Mengapa Sustainability Report Membutuhkan Proses Penyusunan Tersendiri?
Sustainability report bukan sekadar annual report yang ditambahkan beberapa halaman mengenai CSR dan lingkungan. Kalau sesederhana itu, kehidupan sustainability team tentu terlalu damai. 😄
Penyusunannya dapat melibatkan proses seperti:
- Identifikasi Dampak
Perusahaan memahami dampak aktual maupun potensial yang berkaitan dengan aktivitas dan hubungan bisnisnya. - Penentuan Material Topics
Organisasi menentukan topik keberlanjutan yang material berdasarkan dampak yang telah diidentifikasi. - Pengumpulan Data
Informasi sustainability biasanya tersebar di berbagai fungsi sehingga membutuhkan koordinasi lintas departemen. - Disclosure Mapping
Informasi yang tersedia kemudian dipetakan terhadap disclosure yang relevan apabila perusahaan menggunakan framework seperti GRI Standards. - Review dan Finalisasi
Data, narasi, dan evidence perlu ditinjau sebelum laporan masuk ke tahap finalisasi dan publikasi.
Karena proses tersebut, kualitas sustainability report sangat bergantung pada kesiapan data dan sistem perusahaan, bukan hanya kemampuan menulis laporan.
Baca Juga: Jasa Konsultan Penyusunan Sustainability Report
Bagaimana Cara Menyusun Sustainability Report?
Secara umum, proses penyusunan dapat digambarkan sebagai berikut:
Scope → Impact Identification → Material Topics → Data Collection → GRI Mapping → Drafting → Review → Publication
Pada tahap awal, perusahaan menentukan cakupan laporan dan memahami konteks organisasi. Selanjutnya, dampak dan material topics diidentifikasi sebelum proses pengumpulan data dilakukan.
Informasi tersebut kemudian dapat dipetakan terhadap GRI Standards yang relevan, disusun menjadi laporan, ditinjau, dan difinalisasi untuk publikasi.
Pendampingan Sustainability Report Bersama Levner Consulting
Bagi perusahaan yang sedang mempersiapkan sustainability report, tantangan sering kali muncul jauh sebelum proses desain dan publikasi.
Organisasi perlu menentukan scope, mengidentifikasi dampak dan material topics, mengoordinasikan data lintas fungsi, hingga memahami penggunaan GRI Standards dalam proses pelaporan.
Berbekal pengalaman penyusunan Sustainability Report berbasis GRI Standards, termasuk pendampingan untuk PT Railink (KAI Bandara), Levner Consulting membantu perusahaan menjalankan proses sustainability reporting secara lebih terstruktur.
Dengan pendekatan yang tepat, sustainability report tidak hanya menjadi dokumen publikasi, tetapi juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengomunikasikan dampak, kinerja, serta komitmen keberlanjutan kepada stakeholder.
