Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan di berbagai sektor mulai meningkatkan perhatian terhadap isu keberlanjutan melalui berbagai strategi, seperti pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan iklim dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Namun, perkembangan sustainability saat ini mulai bergerak lebih jauh.
Pertanyaannya bukan lagi hanya:
“Bagaimana perusahaan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan?”
Melainkan:
“Bagaimana perusahaan dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan?”
Perubahan perspektif inilah yang mendorong munculnya konsep nature positive business, yaitu pendekatan bisnis yang tidak hanya berusaha mengurangi dampak terhadap alam, tetapi juga membantu memulihkan dan meningkatkan kualitas ekosistem.
Apa Itu Net Zero Emission?
Net zero emission adalah kondisi ketika jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang dilepaskan ke atmosfer seimbang dengan jumlah emisi yang berhasil dikurangi atau diserap melalui berbagai upaya mitigasi.
Konsep ini tidak berarti perusahaan atau aktivitas manusia tidak menghasilkan emisi sama sekali.
Sebaliknya, pendekatan net zero berfokus pada:
- mengurangi sumber emisi sebanyak mungkin
- meningkatkan efisiensi energi
- menggunakan teknologi rendah karbon
- mengelola sisa emisi melalui mekanisme penyerapan atau kompensasi
Bagi perusahaan, net zero emission menjadi salah satu target strategis dalam perjalanan sustainability karena berkaitan dengan pengelolaan risiko iklim, kepatuhan regulasi, serta tuntutan stakeholder.
Baca Juga: 5 Tren Industri Sustainability di Indonesia 2026
Mengapa Net Zero Emission Menjadi Agenda Strategis Perusahaan?
Perubahan iklim saat ini tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga mulai dipandang sebagai risiko bisnis.
Perusahaan yang tidak memiliki strategi pengelolaan emisi dapat menghadapi berbagai tantangan, seperti:
- perubahan regulasi lingkungan
- peningkatan biaya operasional
- tekanan investor
- perubahan preferensi konsumen
- gangguan rantai pasok
Sebaliknya, perusahaan yang mulai membangun strategi dekarbonisasi dapat memperoleh berbagai manfaat, seperti:
- meningkatkan efisiensi operasional
- memperkuat reputasi bisnis
- meningkatkan daya saing
- mempersiapkan diri menghadapi ekonomi rendah karbon
Karena itu, net zero emission bukan hanya menjadi target lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
Tren Sustainability Berikutnya Tidak Hanya Tentang Carbon
Selama beberapa tahun terakhir, pembahasan sustainability banyak berfokus pada perubahan iklim dan pengurangan emisi karbon.
Hal tersebut memang penting karena emisi gas rumah kaca menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan peningkatan suhu global.
Namun, tantangan lingkungan tidak hanya berasal dari emisi karbon.
Perusahaan juga perlu memperhatikan isu lain seperti:
- kehilangan biodiversitas (biodiversity loss)
- kerusakan ekosistem
- penggunaan sumber daya alam
- perubahan fungsi lahan
- ketergantungan bisnis terhadap alam
Hal ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis tidak hanya berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengurangi emisi, tetapi juga bagaimana perusahaan memahami hubungan antara aktivitas bisnis dan ekosistem di sekitarnya.
Mengenal Nature Positive Business
Nature positive business adalah pendekatan bisnis yang tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap alam, tetapi juga menciptakan kontribusi positif melalui perlindungan ekosistem, pemulihan biodiversitas, dan penggunaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab.
Konsep ini mengubah cara perusahaan melihat lingkungan.
Alam tidak lagi dianggap hanya sebagai:
“Biaya tambahan yang harus dikelola.”
Tetapi sebagai:
“Strategic opportunity yang dapat mendukung keberlanjutan bisnis.”
Dalam pendekatan nature positive, perusahaan perlu memahami dua hal utama:
- Bagaimana bisnis bergantung terhadap alam?
- Bagaimana aktivitas bisnis memberikan dampak terhadap alam?
Dengan pemahaman tersebut, perusahaan dapat menyusun strategi yang lebih seimbang antara pertumbuhan bisnis dan perlindungan lingkungan.
Mengapa Nature Positive Business Penting bagi Perusahaan?
Alam merupakan fondasi penting bagi banyak sektor bisnis.
Berbagai industri memiliki ketergantungan langsung maupun tidak langsung terhadap ekosistem.
Contohnya:
Industri Makanan
Bergantung pada:
- biodiversitas
- kualitas tanah
- ketersediaan air
- sumber daya alam
Industri Manufaktur
Bergantung pada:
- bahan baku
- energi
- rantai pasok yang stabil
Industri Energi
Bergantung pada:
- ketersediaan sumber daya
- stabilitas lingkungan
Sektor Keuangan
Menghadapi risiko dari perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap alam.
Menurut World Economic Forum dalam laporan Spotlight on Nature: Case Studies for Business Transformation towards a Nature-Positive Future, lebih dari separuh GDP global memiliki ketergantungan terhadap alam.
Artinya, kerusakan ekosistem bukan hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi risiko ekonomi dan bisnis.
Bagaimana Perusahaan Membangun Nature Positive Strategy?
Perjalanan menuju nature positive business dapat dimulai melalui beberapa langkah strategis.
1. Memahami Ketergantungan Bisnis terhadap Alam
Langkah pertama adalah mengidentifikasi bagaimana aktivitas perusahaan bergantung terhadap sumber daya alam dan ekosistem.
Contohnya:
- penggunaan bahan baku alami
- kebutuhan air
- penggunaan lahan
- ketergantungan rantai pasok
Baca Juga: ISCC: Mengapa Penerapannya Semakin Relevan di Indonesia
2. Mengidentifikasi Dampak Bisnis terhadap Alam
Selain memahami ketergantungan, perusahaan juga perlu mengetahui dampak aktivitasnya terhadap lingkungan.
Analisis dapat mencakup:
- penggunaan sumber daya
- perubahan ekosistem
- potensi pencemaran
- dampak terhadap biodiversitas
3. Menentukan Risiko dan Peluang
Setelah memahami hubungan bisnis dengan alam, perusahaan dapat mengidentifikasi:
- risiko lingkungan
- peluang inovasi
- peluang efisiensi
- strategi peningkatan keberlanjutan
Pendekatan ini membantu perusahaan menjadi lebih resilien terhadap perubahan lingkungan dan regulasi.
4. Membangun Target dan Program Perbaikan
Strategi nature positive perlu diterjemahkan menjadi langkah yang terukur.
Contohnya:
- program restorasi ekosistem
- efisiensi penggunaan sumber daya
- pengurangan dampak lingkungan
- inovasi produk dan proses bisnis
Net Zero Emission dan Nature Positive Business: Arah Baru Sustainability
Net zero emission tetap menjadi langkah penting dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan.
Namun, masa depan sustainability tidak berhenti hanya pada pengurangan karbon.
Perusahaan perlu memahami bahwa keberlangsungan bisnis juga bergantung pada kesehatan ekosistem dan keseimbangan alam.
Melalui pendekatan nature positive business, perusahaan dapat bergerak dari sekadar mengurangi dampak negatif menjadi menciptakan nilai positif bagi lingkungan.
Dengan menggabungkan strategi dekarbonisasi, pengelolaan risiko lingkungan, dan pemahaman terhadap ketergantungan alam, perusahaan dapat membangun bisnis yang lebih adaptif, resilien, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
