Penyusunan Sustainability Report Sesuai GRI Standards

  • Levner Consulting
  • June 11, 2025
  • SNE

Sustainability report atau laporan keberlanjutan menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengomunikasikan dampak dan kinerja keberlanjutan kepada stakeholder. Namun, penyusunannya bukan sekadar mengumpulkan berbagai program CSR kemudian menjadikannya laporan tahunan.

Perusahaan perlu menentukan informasi yang relevan, mengidentifikasi dampak, mengumpulkan data lintas fungsi, hingga menggunakan standar pelaporan yang sesuai.

Salah satu standar yang banyak digunakan adalah GRI Standards dari Global Reporting Initiative (GRI). Lalu, bagaimana cara penyusunan sustainability report berdasarkan GRI Standards?

Apa Itu GRI Standards?

GRI Standards adalah standar pelaporan keberlanjutan yang dikembangkan oleh Global Reporting Initiative untuk membantu organisasi melaporkan dampaknya terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia secara sistematis.

Dalam penggunaannya, GRI Standards memiliki struktur yang mencakup Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards.

Karena itu, menyusun sustainability report menggunakan GRI bukan sekadar mengikuti template tertentu. Organisasi perlu memahami aktivitas bisnis dan dampaknya, menentukan topik material, kemudian mengidentifikasi disclosure yang relevan untuk dilaporkan.

Baca Juga: Kenali Pentingnya Menyusun Laporan Keberlanjutan

8 Tahap Penyusunan Sustainability Report dengan GRI Standards

Secara umum, proses penyusunan laporan dapat dilakukan melalui tahapan berikut.

1. Menentukan Scope dan Tim Penyusunan

Perusahaan perlu menentukan ruang lingkup organisasi dan periode yang akan dilaporkan. Tim penyusun serta PIC dari berbagai fungsi juga perlu ditentukan sejak awal.

Hal ini penting karena data sustainability biasanya tersebar di berbagai departemen, bukan hanya berada pada sustainability team.

2. Memahami Konteks Organisasi

Tahap berikutnya adalah memahami aktivitas, hubungan bisnis, stakeholder, serta konteks keberlanjutan organisasi.

Pemahaman ini membantu perusahaan melihat hubungan antara aktivitas bisnis dengan berbagai dampak yang ditimbulkan.

3. Mengidentifikasi Dampak

Perusahaan kemudian mengidentifikasi dampak aktual maupun potensial yang berkaitan dengan aktivitas dan hubungan bisnisnya.

Dampak tersebut dapat berkaitan dengan berbagai aspek ekonomi, lingkungan, maupun manusia.

4. Menentukan Material Topics

Salah satu bagian penting dalam cara penyusunan sustainability report adalah menentukan material topics.

Topik material bukan sekadar isu yang sedang populer atau dianggap menarik oleh perusahaan, tetapi berkaitan dengan dampak organisasi yang paling signifikan dan perlu dilaporkan.

Hasil proses ini menjadi dasar dalam menentukan fokus laporan keberlanjutan.

5. Mengumpulkan Data dan Evidence

Setelah material topics ditentukan, perusahaan perlu mengumpulkan informasi yang mendukung pelaporan.

Data dapat berasal dari berbagai fungsi dan mencakup informasi seperti lingkungan, ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja, governance, hingga kebijakan dan program keberlanjutan.

Konsistensi dan keterlacakan data menjadi penting agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

6. Memetakan Disclosure GRI Standards

Data dan material topics kemudian dipetakan terhadap disclosure GRI yang relevan.

Pada tahap ini, organisasi perlu memahami penggunaan Universal Standards, Sector Standards, serta Topic Standards yang sesuai dengan konteks laporan.

7. Melakukan Review dan Quality Control

Draft sustainability report perlu ditinjau sebelum dipublikasikan.

Review dapat mencakup konsistensi informasi, kelengkapan data, akurasi, evidence pendukung, serta kesesuaian antara narasi dan data yang dilaporkan.

8. Finalisasi dan Publikasi

Setelah substansi laporan selesai, perusahaan dapat masuk ke proses finalisasi konten, desain, review akhir, dan publikasi.

Desain memang penting untuk membuat laporan mudah dipahami, tetapi substansi dan kualitas data tetap menjadi fondasi utamanya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyusun Sustainability Report

Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah menganggap sustainability report hanya sebagai laporan aktivitas CSR.

Padahal, proses sustainability reporting memiliki cakupan yang lebih luas dan perlu menunjukkan bagaimana organisasi mengidentifikasi serta mengelola dampaknya.

Perusahaan juga sebaiknya menghindari beberapa kondisi seperti menentukan material topics tanpa proses yang memadai, baru mengumpulkan data ketika penulisan dimulai, atau menyerahkan seluruh proses kepada satu departemen.

Sustainability reporting membutuhkan kolaborasi lintas fungsi, karena informasi yang dibutuhkan biasanya berasal dari banyak bagian organisasi. Ya, satu laporan dan mendadak setengah perusahaan harus berburu spreadsheet. Tradisi korporasi tetap terjaga.

Baca Juga: ISCC: Mengapa Penerapannya Semakin Relevan di Indonesia

Berapa Lama Penyusunan Sustainability Report?

Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua perusahaan.

Waktu penyusunan dapat dipengaruhi oleh:

  • kesiapan dan kualitas data;
  • kompleksitas operasi;
  • jumlah entitas yang dilaporkan;
  • material topics;
  • jumlah stakeholder yang terlibat; serta
  • kesiapan sistem reporting perusahaan.

Karena itu, proses persiapan dan pengelolaan data sebaiknya tidak baru dilakukan ketika perusahaan mulai menulis laporan.

Pengalaman Levner dalam Penyusunan Sustainability Report PT Reska Multi Usaha (KAI Services)

pendampingan sustainability report

Dalam praktiknya, penerapan GRI Standards membutuhkan proses yang lebih luas daripada sekadar penulisan laporan.

Levner Consulting memiliki pengalaman dalam pendampingan penyusunan Sustainability Report PT Reska Multi Usaha (KAI Services) menggunakan GRI Standards.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kapabilitas Levner dalam membantu organisasi menerjemahkan kebutuhan sustainability reporting menjadi proses penyusunan laporan yang lebih terstruktur, mulai dari pengelolaan informasi hingga penyusunan laporan berdasarkan framework yang digunakan.

Pendampingan Sustainability Report Bersama Levner Consulting

Tantangan penyusunan sustainability report sering kali justru muncul sebelum proses penulisan dilakukan.

Perusahaan perlu memahami konteks organisasi, mengidentifikasi dampak dan material topics, mengoordinasikan data lintas fungsi, hingga memetakan informasi terhadap GRI Standards.

Berbekal pengalaman pendampingan sustainability reporting, termasuk penyusunan Sustainability Report berbasis GRI Standards untuk PT Reska Multi Usaha (KAI Services), Levner Consulting membantu perusahaan menjalankan proses tersebut secara lebih sistematis.

Dengan pendekatan yang tepat, sustainability report tidak hanya menjadi dokumen publikasi tahunan, tetapi dapat menjadi sarana untuk menunjukkan dampak, kinerja, serta komitmen keberlanjutan perusahaan kepada stakeholder secara lebih terstruktur.

Ingin Bisnis Anda Lebih Terstruktur & Tersertifikasi?

Tim ahli kami siap bantu Anda capai standar terbaik untuk bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang