Komitmen net zero kini semakin banyak ditemukan dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Organisasi menetapkan target pengurangan emisi, menyusun roadmap dekarbonisasi, hingga mengumumkan tahun tertentu sebagai target pencapaian net zero.
Namun, perkembangan agenda iklim global mulai memunculkan pertanyaan yang lebih jauh.
Bukan lagi sekadar:
“Does your organisation have a net-zero commitment?”
Melainkan:
“Can your organisation demonstrate a credible pathway to achieve it?”
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa era net-zero commitment mulai bergerak menuju net-zero credibility dan accountability.
Dalam konteks inilah ISO 14060: Net Zero Aligned Organizations menjadi relevan. ISO sedang mengembangkan standar internasional ini untuk memberikan pendekatan global yang membantu organisasi membangun strategi net zero yang lebih kredibel, transparan, sistematis, dan dapat diverifikasi.
Artinya, memiliki target saja semakin tidak cukup. Perusahaan perlu mampu menunjukkan bagaimana target ditetapkan, bagaimana strategi dijalankan, bagaimana progress diukur, dan apakah klaim yang dibuat dapat dipercaya.
Apa Itu ISO 14060?
ISO 14060: Net Zero Aligned Organizations merupakan standar internasional yang sedang dikembangkan ISO untuk memberikan pendekatan global dalam membantu organisasi membangun strategi net zero yang kredibel, transparan, dan dapat diverifikasi.
Kehadiran standar ini berkaitan dengan kebutuhan untuk meningkatkan konsistensi dan kredibilitas berbagai komitmen net zero yang berkembang di dunia.
Sebab, di balik sebuah target net zero terdapat banyak pertanyaan yang harus dijawab organisasi.
- Apa baseline emisinya?
- Apa dasar penetapan targetnya?
- Bagaimana perusahaan akan mengurangi emisi?
- Siapa yang bertanggung jawab terhadap pencapaiannya?
- Bagaimana progress diukur?
Dan pada akhirnya, apakah organisasi dapat membuktikan bahwa perjalanan menuju net zero benar-benar terjadi?
Karena ISO 14060 masih dalam tahap pengembangan, detail persyaratan akhirnya perlu mengacu pada standar resmi setelah diterbitkan. Namun, arah pembahasannya memperlihatkan semakin pentingnya pendekatan net zero yang tidak berhenti pada deklarasi target.
Mengapa ISO 14060 Dibutuhkan?
Net zero telah menjadi salah satu agenda utama dalam strategi iklim berbagai organisasi.
Persoalannya, semakin banyak organisasi menggunakan istilah net zero, semakin penting pula adanya kejelasan mengenai apa yang sebenarnya berada di balik klaim tersebut.
Sebuah perusahaan dapat mengatakan:
“We are committed to net zero.”
Tetapi stakeholder masih membutuhkan jawaban atas beberapa pertanyaan penting:
- Apakah target tersebut memiliki dasar yang kuat?
- Apakah perusahaan memahami kondisi emisinya saat ini?
- Apakah terdapat roadmap yang jelas untuk mencapai target?
- Apakah tanggung jawab pencapaiannya telah ditentukan?
- Apakah program pengurangan emisi benar-benar dijalankan?
- Apakah progress dapat diukur?
- Apakah klaim dan pencapaiannya dapat dibuktikan?
Inilah mengapa pembahasan net zero mulai bergerak melampaui ambition menuju credibility of execution.
Dari Net-Zero Commitment Menuju Net-Zero Credibility
Memiliki target merupakan bagian penting dari perjalanan net zero. Namun, kredibilitas tidak dibangun hanya dengan menetapkan tahun pencapaian.
Perusahaan juga membutuhkan sistem yang mendukung pencapaian target tersebut.
Perbedaannya dapat digambarkan sebagai berikut:
| Net-Zero Commitment | Net-Zero Credibility |
|---|---|
| Menyatakan ambisi net zero | Menunjukkan dasar target yang jelas |
| Menetapkan target | Menyusun pathway untuk mencapainya |
| Memiliki program sustainability | Mengukur hasil program |
| Melaporkan aktivitas | Menunjukkan progress terhadap target |
| Membuat klaim | Menyediakan evidence yang dapat dipertanggungjawabkan |
Karena itu, kredibilitas net zero pada akhirnya dibangun melalui tiga elemen:
Transparent Systems → Measurable Actions → Verifiable Progress
Perusahaan perlu membangun sistem yang transparan, menjalankan aksi yang dapat diukur, kemudian menunjukkan perkembangan berdasarkan bukti.
Apa yang Membuat Strategi Net Zero Kredibel?
Strategi net zero yang kredibel membutuhkan lebih dari sekadar target jangka panjang. Organisasi perlu membangun fondasi yang memungkinkan target tersebut diterjemahkan menjadi tindakan.
1. Baseline Emisi dan Kualitas Data
Perjalanan menuju net zero harus dimulai dengan memahami kondisi saat ini.
Perusahaan perlu mengetahui dari mana emisi berasal, seberapa besar emisi yang dihasilkan, dan seberapa baik kualitas data yang digunakan.
Baseline yang jelas membantu organisasi memahami posisi awal sekaligus mengidentifikasi gap antara kondisi aktual dengan target net zero.
Tanpa fondasi data yang memadai, perusahaan akan kesulitan menentukan prioritas maupun membuktikan apakah program dekarbonisasi benar-benar menghasilkan perubahan.
2. Target dan Roadmap yang Jelas
Menentukan target adalah satu hal. Menentukan bagaimana target tersebut akan dicapai adalah tantangan yang berbeda.
Karena itu, perusahaan membutuhkan roadmap yang menghubungkan:
Current State → Emission Gap → Target → Transition Roadmap → Action
Roadmap membantu organisasi menerjemahkan target jangka panjang menjadi prioritas dan program yang lebih konkret.
Dengan begitu, net zero tidak berhenti sebagai tujuan pada 2040 atau 2050 yang terpampang gagah di sustainability report sementara semua orang berharap departemen masa depan akan membereskannya. 😄
3. Governance dan Accountability
Net zero bukan hanya tanggung jawab sustainability team.
Strategi dekarbonisasi dapat bersinggungan dengan berbagai fungsi organisasi, seperti:
- operations
- procurement
- supply chain
- finance
- risk management
- engineering
- manajemen puncak
Karena itu, governance menjadi penting untuk menentukan siapa yang memiliki tanggung jawab terhadap setiap bagian dari perjalanan net zero.
Perusahaan perlu memiliki kejelasan mengenai siapa yang menetapkan arah, siapa yang menjalankan program, siapa yang mengelola data, serta siapa yang mengevaluasi pencapaian.
Target tanpa ownership berisiko menjadi target yang dimiliki semua orang di presentasi, tetapi tidak dimiliki siapa pun dalam eksekusi.
4. Measurement dan Verification
Kredibilitas membutuhkan bukti.
Setelah program dekarbonisasi dijalankan, perusahaan perlu mampu menunjukkan bagaimana progress diukur dan dievaluasi.
Alurnya menjadi:
Action → Measurement → Reporting → Evaluation → Improvement
Dengan mekanisme tersebut, organisasi dapat mengetahui apakah strategi berjalan sesuai roadmap atau membutuhkan penyesuaian.
ISO 14060 dan Risiko Klaim Net Zero yang Tidak Kredibel
Salah satu tantangan dalam perkembangan net zero adalah munculnya berbagai target dan klaim dengan pendekatan yang dapat berbeda antarorganisasi.
Ketika dasar target, boundary, roadmap, atau metodologi pengukuran tidak cukup transparan, stakeholder dapat kesulitan memahami seberapa kredibel suatu klaim net zero.
Dalam konteks tersebut, standardisasi menjadi penting karena dapat membantu mendorong pendekatan yang lebih:
- konsisten;
- transparan;
- terukur;
- dapat dibandingkan; dan
- dapat dipertanggungjawabkan.
Hal ini juga berkaitan dengan meningkatnya perhatian terhadap greenwashing, yaitu ketika komunikasi mengenai kinerja atau komitmen lingkungan tidak mencerminkan kondisi dan tindakan secara memadai.
Bagi perusahaan, jawabannya bukan sekadar membuat klaim yang lebih hati-hati.
Fondasi yang lebih penting adalah membangun sistem, data, governance, dan evidence yang mampu mendukung klaim tersebut.
Dari ISO 14060 ke Organizational Readiness
Mempersiapkan organisasi menghadapi perkembangan standar net zero tidak berarti menunggu sampai seluruh requirement tersedia, lalu panik bersama-sama menjelang audit. Ada pekerjaan fundamental yang dapat mulai dibangun dari sekarang.
Salah satunya adalah mengevaluasi organizational readiness.
Perusahaan dapat mulai dengan tiga pertanyaan.
1. Apakah Kita Memahami Kondisi Saat Ini?
Perusahaan perlu memahami:
- baseline emisi;
- kualitas data;
- sumber emisi utama;
- emission gap;
- hambatan mencapai target.
Tahap ini merupakan proses Problem Solving.
Tujuannya adalah memastikan strategi dibangun berdasarkan persoalan yang benar-benar dihadapi organisasi.
2. Apakah Kita Memiliki Sistem untuk Mencapai Target?
Setelah memahami masalah, perusahaan perlu mengorganisasi sumber daya dan proses yang dibutuhkan.
Hal ini dapat mencakup:
- governance;
- accountability;
- transition planning;
- alignment dengan business strategy;
- framework pengukuran;
- reporting.
Tahap Organizing mengubah ambisi net zero menjadi struktur yang dapat dijalankan organisasi.
3. Bisakah Kita Membuktikan Bahwa Strategi Berhasil?
Tahap berikutnya adalah Execution Impact.
Program pengurangan emisi perlu dijalankan dan hasilnya dipantau.
Perusahaan perlu memahami:
- apakah program berjalan sesuai roadmap;
- apakah emisi mengalami perubahan;
- apakah target antara tercapai;
- apakah terdapat deviasi;
- apa improvement berikutnya.
Dengan demikian, perjalanan net zero memiliki alur yang lebih jelas:
Understand → Organize → Execute → Demonstrate
Net Zero Bukan Hanya Agenda Sustainability Team
Salah satu perubahan terpenting dalam perjalanan net zero adalah kebutuhan untuk mengintegrasikannya dengan strategi bisnis.
Program dekarbonisasi dapat memengaruhi bagaimana perusahaan menjalankan operasional, menentukan investasi, memilih supplier, mengelola energi, hingga membuat keputusan jangka panjang.
Misalnya:
Operations perlu memahami sumber emisi dari aktivitas operasional.
Procurement dan supply chain dapat berperan dalam pengelolaan emisi rantai nilai.
Finance perlu mempertimbangkan kebutuhan investasi untuk program dekarbonisasi.
Management perlu memastikan accountability dan arah strategis.
Sustainability team membantu menghubungkan target, measurement, implementation, dan reporting.
Karena itu, net-zero credibility pada akhirnya bukan hanya persoalan environmental management.
Ia menjadi persoalan organizational capability.
Apa yang Perlu Dipersiapkan Perusahaan Menghadapi ISO 14060?
Karena ISO 14060 masih dikembangkan, perusahaan belum seharusnya memperlakukan pembahasan saat ini sebagai checklist persyaratan sertifikasi final.
Namun, organisasi dapat mulai memperkuat fondasi perjalanan net zero melalui beberapa area utama:
- memahami dan memperkuat baseline emisi;
- meningkatkan kualitas dan konsistensi data;
- mengevaluasi gap antara kondisi aktual dan target;
- membangun transition roadmap;
- menentukan governance dan ownership;
- mengintegrasikan net zero dengan strategi bisnis;
- menjalankan program pengurangan emisi;
- membangun mekanisme monitoring dan reporting; serta
- mengevaluasi progress dan melakukan improvement.
Fondasi tersebut membantu perusahaan bergerak dari sekadar memiliki komitmen menuju kemampuan untuk menunjukkan bagaimana komitmen tersebut dijalankan.
Membangun Net-Zero Credibility Bersama Levner Consulting
Perkembangan ISO 14060 menunjukkan bahwa perjalanan net zero semakin bergerak dari commitment menuju credibility dan accountability.
Perusahaan membutuhkan lebih dari target. Organisasi perlu memahami kondisi awal, membangun roadmap, menentukan governance, menjalankan program dekarbonisasi, serta memiliki mekanisme untuk mengukur dan menunjukkan progress.
Melalui pendekatan Problem Solving, Organizing, dan Execution Impact, Levner Consulting membantu perusahaan membangun fondasi perjalanan net zero mulai dari memahami baseline dan emission gap, membangun sistem pengelolaan dan transition roadmap, hingga memastikan program dekarbonisasi menghasilkan progress yang dapat diukur.
Sebab, pertanyaan mengenai net zero tidak lagi hanya:
“What is your net-zero target?”
Tetapi semakin bergerak menuju:
“Can you demonstrate a credible pathway to achieve it?”
