Kajian EPR Untuk Mobil EV Kemenperin RI

Kajian EPR Untuk Mobil EV Kemenperin RI

Levner Consulting mendampingi Direktorat Industri Logam, Ditjen ILMATE – Kementerian Perindustrian dalam menyusun kajian kebijakan terkait penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) untuk pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia.​ Kajian ini bertujuan untuk memberikan landasan analitis bagi pengembangan kebijakan nasional terkait pengelolaan baterai kendaraan listrik pada akhir masa pakainya (End-of-Life Battery), dengan mempertimbangkan aspek regulasi, ekonomi sirkular, kesiapan industri, serta dampak lingkungan.​

Outcomes & Deliverables​

  • Penyusunan kajian komprehensif mengenai penerapan EPR untuk limbah baterai kendaraan listrik di Indonesia ​
  • Analisis gap kebijakan nasional dibandingkan praktik global untuk mengidentifikasi kebutuhan regulasi, tata kelola, dan infrastruktur pengelolaan baterai EV.​
  • Analisis best practices global penerapan EPR baterai EV pada berbagai negara seperti Uni Eropa, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Vietnam.​

Portfolio
Others Portfolio
Fire Protection Design untuk PT MIFA Bersaudara​ – LEVNER

Levner Consulting successfully completed the Risk Assessment & Fire Protection Design project for PT Mifa Bersaudara, ensuring optimal operational safety through a comprehensive risk assessment…

View Detail
Penyusunan Survey Pasar​ PT Inti Pangan Ekatama​

Levner Consulting mendukung PT Inti Pangan Ekatama (IPE) untuk melakukan riset pasar terkait dengan produk pangan baru, beserta dengan dukungan untuk menciptakan pabrik pangan terkait…

View Detail
Desain Layout Sarang Burung Walet PT Ori Ginalnest​

Levner Consulting membantu penyusunan detail teknis dan spesifikasi engineering yang diperlukan untuk pembangunan dan pengembangan sarang burung walet.​ Outcomes & Deliverables​ Perencanaan dan desain konseptual…

View Detail

Ingin Bisnis Anda Lebih Terstruktur & Tersertifikasi?

Tim ahli kami siap bantu Anda capai standar terbaik untuk bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang