ISO 27001:2013 Akan Dicabut! Wajib Upgrade ke ISO 27001:2022

  • Admin
  • July 6, 2025
  • MSC
Tahukah Anda bahwa ISO 27001:2013 akan segera kedaluwarsa? Semua perusahaan wajib upgrade ke ISO 27001:2022 paling lambat Oktober 2025 agar sertifikasinya tetap berlaku. Singkatnya, meskipun masa berlakunya belum habis, sertifikat ISO 27001:2013 otomatis akan dicabut. Versi terbaru ini lebih ringkas, relevan, dan dirancang untuk mengatasi ancaman siber masa kini. Jika perusahaan Anda masih menggunakan ISO 27001:2013, simak penjelasannya sampai akhir untuk memahami pentingnya upgrade ISO 27001:2022 ini untuk keberlanjutan sertifikasi perusahaan Anda!

Apa Itu ISO 27001?

Sebelum membahas lebih dalam terkait urgensi upgrade dan tantangan implementasi ISO 27001:2022, ada baiknya kita memahami apa itu ISO 27001. Standar apa yang sebenarnya dibahas dan mengapa sertifikasi ini penting untuk keamanan informasi perusahaan.

ISO 27001 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Tujuan penerapan standar ini untuk membantu melindungi data sensitif dari risiko yang tidak hanya dapat merugikan perusahaan, tetapi juga konsumen. Contohnya seperti kebocoran, peretasan, kehilangan data, hingga penyalahgunaan akses. Dengan menerapkan ISO 27001 ini, perusahaan dapat mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan berbagai ancaman informasi.

Perusahaan yang telah memiliki sertifikasi ISO 27001 membuktikan bahwa mereka telah menerapkan pendekatan sistematis dan berkelanjutan untuk menjaga keamanan informasi. Terlebih lagi, di era digital yang semakin canggih, standar ISO 27001 atau SMKI ini bukan lagi berbicara soal pilihan, melainkan sebuah keharusan. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis perusahaan untuk menjaga kepercayaan klien, reputasi perusahaan, dan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

 

Apa Perbedaan ISO 27001:2013 dan ISO 27001:2022?

⭐ Terminologi Judul
ISO 27001:2013 —> Information Security Management Systems
ISO 27001:2022 –> Information Security, Cybersecurity, and Privacy Protection
Perubahan pada judul ini menunjukkan mencerminkan fokus ISO 27001:2022 yang semakin luas. Fokus standar ini sekarang tidak hanya pada keamanan informasi, tetapi juga menekankan aspek keamanan siber dan perlindungan privasi.

⭐ Jumlah Kontrol Keamanan Annex A
Annex A merupakan daftar kontrol keamanan informasi sebagai panduan bagi perusahaan untuk mengimplementasikan ISO 27001. Kontrol keamanan ini berguna sebagai daftar periksa (checklist) untuk membantu perusahaan menangani berbagai risiko keamanan informasi.
ISO 27001:2013 –> 114 kontrol
ISO 27001:2022 –> 93 kontrol

Jumlah kontrol pada versi terbaru disederhanakan menjadi 93.
Hal ini disebabkan karena beberapa kontrol di versi sebelumnya ada yang digabung, diperbarui, atau dihapus. Tujuannya agar standar ISO 27001:2022 lebih sesuai dengan tantangan keamanan informasi masa kini. Meskipun demikian, pembaruan tersebut sudah termasuk dengan 11 kontrol keamanan baru, 24 penggabungan kontrol, dan 58 kontrol keamanan yang diperbarui.Lalu, apa saja 11 kontrol baru pada ISO 27001:2022?
  1. A.5.7 (Threat Intelligence)
  2. A.5.23 (Information Security for Cloud Services)
  3. A.5.30 (ICT Readiness for Business Continuity)
  4. A.7.4 (Physical Security Monitoring)
  5. A.8.9 (Configuration Management)
  6. A.8.10 (Information Deletion)
  7. A.8.11 (Data Masking)
  8. A.8.12 (Data Leakage Prevention)
  9. A.8.16 (Monitoring Activities)
  10. A.8.23 (Web Filtering)
  11. A.8.28 (Secure Coding)

⭐ Restrukturisasi Domain Kontrol Annex
Terdapat perubahan pada pengelompokkan kontrol Annex A menjadi 4 kategori (sebelumnya terdapat 14 domain kategori). Empat kategori tersebut meliputi:
  1. Annex A.5 (Kontrol Organisasi)
  2. Annex A.6 (Kontrol Orang)
  3. Annex A.7 (Kontrol Fisik)
  4. Annex A.8 (Kontrol Teknologi)

 

Untuk membantu Anda memahami perbedaannya secara visual, berikut infografis yang merangkum poin-poin penting perubahan ISO 27001 versi terbaru:

Infografis tentang pentingnya upgrade ke ISO 27001:2022 sebelum 31 Oktober 2025. Menampilkan perbandingan ISO 27001:2013 dan 2022, kontrol keamanan baru dalam Annex A, timeline migrasi sertifikasi, serta risiko bisnis jika tidak segera upgrade standar ISO keamanan informasi.

Perbedaan ISO 27001:2013 vs 2022

 

Apa Risiko Nyata yang Dihadapi Perusahaan Jika Tidak Upgrade ISO 27001:2022?

Per 31 Oktober 2025, seluruh sertifikat ISO 27001:2013 akan dicabut dan tidak lagi diakui oleh badan sertifikasi—meskipun masa berlakunya di dokumen belum habis. Artinya, sertifikasi versi lama akan dianggap tidak sah setelah tenggat ini.

Apa yang akan terjadi jika perusahaan tidak segera melakukan upgrade?

1. Sertifikat ISO 27001:2013 Anda akan dicabut secara otomatis

2. Organisasi dianggap tidak lagi tersertifikasi sistem keamanan informasi

3. Menurunkan kepercayaan klien dan mitra bisnis dalam hal komitmen keamanan

4. Potensi pengaruh negatif terhadap reputasi dan kepatuhan regulasi

5. Berisiko gagal lolos tender, audit rekanan, atau perpanjangan kontrak kerja sama

Upgrade ISO 27001:2022 mencerminkan standar keamanan yang lebih mutakhir dan adaptif terhadap ancaman dunia digital saat ini. Bertahan di versi lama justru menunjukkan bahwa sistem keamanan informasi Anda stagnan dan berisiko tertinggal.

Apa Saja Tantangan dalam Menerapkan ISO Versi Terbaru, dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Sekilas, upgrade ke ISO 27001:2022 mungkin terdengar sederhana—cukup revisi dokumen, update beberapa kontrol, lalu audit ulang. Tapi realitanya, banyak organisasi yang akhirnya terhambat karena tidak memetakan tantangan sejak awal.

Berikut beberapa tantangan utama yang sering dihadapi perusahaan saat bertransisi dari ISO 27001:2013 ke versi 27001:2022:

  1. Mapping Annex A yang Tidak Sederhana
Versi terbaru menyederhanakan kontrol dari 114 menjadi 93, tapi itu bukan berarti pekerjaannya lebih ringan. Banyak kontrol yang digabung, diubah konteksnya, atau bahkan ditambahkan (seperti cloud security, threat intelligence, dll). Tanpa pemahaman menyeluruh, proses mapping bisa membingungkan.
  1. Revisi Dokumen dan Struktur ISMS
Perubahan pada Annex A dan klausal inti (khususnya bagian 4–10) berdampak langsung pada dokumentasi ISMS—mulai dari kebijakan, prosedur operasional, hingga risk treatment plan. Banyak perusahaan mengalami bottleneck karena tidak punya resource atau waktu cukup untuk review dokumen secara menyeluruh.
  1. Kurangnya Awareness dan Pelibatan Tim Internal
Tantangan sering muncul bukan hanya secara teknis, tapi juga dari sisi tim. Tim yang belum paham perubahan standar bisa menghambat proses migrasi. Di sisi lain, kurangnya kolaborasi antar unit membuat perubahan terasa “berat sebelah”.
  1. Adaptasi terhadap Risiko & Konteks Baru
Versi 2022 menuntut organisasi untuk lebih peka terhadap konteks bisnis dan risiko keamanan digital terkini. Bagi perusahaan yang belum memiliki risk register yang solid atau belum sepenuhnya memetakan risiko modern seperti cloud, remote work, dan rantai pasok digital, proses adaptasi ini bisa jadi cukup menantang.
  1. Deadline Semakin Dekat

Tenggat waktu 31 Oktober 2025 sudah semakin dekat. Upgrade ke ISO 27001:2022 bukan proses instan—mulai dari gap analysis, revisi dokumen, implementasi kontrol, hingga audit ulang. Jika terlalu lama ditunda, organisasi berisiko kehabisan waktu, apalagi jika baru mulai menjelang deadline. Baca juga Pentingnya Gap Analysis sebelum Sertifikasi ISO

Migrasi ISO 27001:2022 Tidak Lagi Ribet, Asal Didampingi Konsultan Profesional

Banyak organisasi menunda upgrade ISO 27001 karena merasa prosesnya rumit, memakan waktu, dan mengganggu operasional. Padahal, dengan pendampingan dari konsultan profesional, proses migrasi bisa dirancang jauh lebih terstruktur, efisien, dan minim risiko.
Berikut beberapa alasan kenapa pendampingan konsultan dapat membuat transisi ke ISO 27001:2022 lebih ringan:
Membantu Pemetaan Perubahan Secara Cepat dan Akurat. Konsultan dapat membantu organisasi untuk melakukan mapping kontrol lama ke kontrol baru secara sistematis. Hal ini dapat menghindari trial-error yang dapat membuang banyak waktu.
Menyiapkan Dokumen dan Struktur ISMS yang Sudah Tervalidasi. Proses dokumentasi sering jadi bottleneck utama. Tidak perlu khawatir, karena konsultan dapat menyediakan template, panduan, dan tools dokumentasi yang disesuaikan dengan versi terbaru.
Membimbing Tim Internal Lewat Pelatihan. Konsultan dapat memberikan pelatihan sesuai dengan konteks organisasi, agar seluruh tim bisa terlibat aktif dan memahami peran masing-masing.
Menyusun Roadmap Migrasi yang Realistis dan Sesuai Kapasitas. Pendampingan konsultan memungkinkan proses migrasi berjalan efisien, dengan jadwal realistis yang tetap memastikan selesai sebelum Oktober 2025.

Meningkatkan Peluang Sukses Audit Ulang. Dengan dukungan konsultan, organisasi dapat meningkatkan kesiapan audit ulang, mulai dari gap analysis hingga simulasi. Dengan demikian, organisasi lebih siap saat proses sertifikasi.

Baca lebih lanjut artikel kami terkait persiapan audit surveillance ISO.

Siapkah Organisasi Anda Upgrade ke ISO 27001:2022?

Batas waktu upgrade ISO 27001:2022 sebentar lagi! Ini merupakan momen penting untuk organisasi Anda untuk memastikan sistem keamanan informasi yang tetap relevan, kredibel, dan diakui secara internasional.

Levner hadir sebagai solusi untuk organisasi Anda yang ingin melakukan migrasi ISO 27001:2013 ke versi terbaru. Dengan pengalaman pendampingan sertifikasi ISO >10 tahun, tim konsultan Levner siap membantu organisasi Anda. Mulai dari gap assessment, dokumentasi, hingga pendampingan audit ulang. Explore selengkapnya layanan ISO 27001 kami disini.

Konsultasikan segera kebutuhan upgrade ISO Anda bersama tim Levner!

Konsultasi Migrasi ISO 27001:2022 bersama tim Levner

Ingin Bisnis Anda Lebih Terstruktur & Tersertifikasi?

Tim ahli kami siap bantu Anda capai standar terbaik untuk bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang