Compliance ESG: Tantangan dan Peluang Industri di Indonesia

Peningkatan industri, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan hidup membuat masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Peristiwa tersebut mendorong hadirnya konsep praktik industri yang berkelanjutan, yaitu Environment, Social, and Governance (ESG).

Konsep ESG hadir sejalan dengan kebijakan internasional, seperti SDGs dan Paris Agreement untuk mengarahkan perekonomian yang selaras dengan tujuan ekologis dan sosial. Selain itu, implementasi ESG dinilai dapat menjaga reputasi perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Pada Rabu (16/04) Levner Consulting mengadakan webinar dengan tema utama “Navigasi Keberlanjutan – Menguatkan Compliance Menuju Implementasi ESG”. Webinar tersebut dihadiri oleh peserta dari berbagai industri seperti sektor perbankan, transportasi, dan juga industri lainnya. Acara ini menghadirkan Gugi Yogaswara, Direktur Utama dari Levner Consulting.
Implementasi ESG

Dokumentasi Gugi Yogaswara Menampilkan Pembuka Materi Webinar

Webinar ini menjadi jawaban kebingungan pelaku industri untuk navigasi yang tepat dalam implementasi kebijakan ESG. Karena saat ini semua pelaku industri, baik swasta, BUMN, dan pemerintah dipertanggungjawabkan untuk menerapkan sistem ESG dalam pengelolaan organisasinya.

Berdasarkan Katadata (2024) ada tiga tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan dalam implementasi ESG pada tahun 2023 diantaranya, pemenuhan indikator ESG, biaya investasi, dan pemahaman yang kurang terhadap navigasi ESG.

Tantangan Implementasi ESG

Menurut Pembicara, tantangan pemenuhan implementasi ESG berasal dari navigasi yang tidak sesuai dengan perspektif sejarah saat ESG diterapkan. ESG berawal pada abad 18 ketika revolusi industri, para pekerja meminta pertanggungjawaban pemenuhan hak dan keadilan yang disorot oleh para media.
Tidak hanya hak pekerja, namun dampak aktivitas perusahaan ke lingkup eksternal menimbulkan perhatian etik dari aspek sosial, tata kelola, hingga lingkungan. Peristiwa tersebut menjadi cikal bakal pengembangan kebijakan ESG.
Konsep ESG

Pembicara Menjelaskan Perkembangan Konsep ESG Seiring Waktu

Peristiwa implementasi ESG tersebut melahirkan kebijakan etik nasional hingga internasional. Kebijakan ini bertujuan menjadi standar hukum yang harus dipatuhi oleh pelaku industri untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan stakeholder lainnya, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga pilar pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Kebijakan dan standar internasional yang hadir adalah navigasi yang dapat digunakan para pelaku industri untuk menerapkan ESG. Dalam penerapannya, terdapat variasi standar untuk masing-masing jenis industri dan produk yang dihasilkan, seperti PRI untuk investasi, GRI untuk pelaporan, dan ISO untuk pembentukan sistem.
Standar-standar tersebut menyediakan pedoman, mulai dari perencanaan hingga pelaporan implementasi. Sehingga ESG tidak hanya sekedar laporan, tapi sebuah sistem yang berkelanjutan.

Tahapan Implementasi ESG

Secara umum penerapan ESG dibagi menjadi tiga tahapan besar, yaitu perencanaan strategi, penyiapan material dan pelaporan, hingga ESG Scoring. Perencanaan strategi ESG menjadi kunci untuk menentukan lingkup penerapan ESG agar sesuai dengan visi perusahaan.
Setelah itu, para pelaku industri perlu melakukan penyiapan data. Penyiapan data ini disebut juga materialitas  yang berarti penilaian, tahapan ini sangat dipengaruhi oleh penyajian materi data. Sehingga pelaku industri harus menyediakan data indikator yang valid dan akurat dalam pelaporan.
Hadirnya standar, seperti ISO, SBTi, dan lainnya, dapat dijadikan pedoman dalam proses pengumpulan data. ISO secara tidak langsung telah menyediakan standar-standar yang dapat mendukung implementasi masing-masing aspek ESG untuk menghindari green washing atau impact washing. Beberapa standar ISO terkait ESG seperti yang diilustrasikan pada gambar dibawah ini.
Relevansi ISO dengan ESG

Kumpulan Standar ISO yang Relevan dengan Implementasi ESG

Dampak Positif Implementasi ESG

Dampak Positif Terhadap Ekonomi Perusahaan Ketika Menerapkan ESG

Dampak Positif Terhadap Ekonomi Perusahaan Ketika Menerapkan ESG

ESG sering dianggap sebgaai pengeluaran tambahan yang tidak langsung memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. Persepsi ini muncul karena implementasi ESG kerap diasosiasikan dengan biaya berikut: investasi teknologi ramah lingkungan, program tanggung jawab sosial, hingga peningkatan transparansi tata kelola.
Namun, study yang dilakukan Harvard Business Review mengatakan sebaliknya,
Sebanyak 90% dari 200 studi menunjukkan bahwa penerapan ESG yang baik berkontribusi pada penurunan cost of capital. Artinya, perusahaan dengan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang transparan dianggap lebih rendah risikonya oleh pasar, sehingga lebih mudah dan murah dalam mengakses pendanaan.
Selain itu, 88% studi menyatakan bahwa ESG secara signifikan meningkatkan kinerja tata kelola perusahaan. Hal ini terjadi karena investor modern tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memastikan bahwa perusahaan memiliki sistem pengelolaan risiko yang solid, bebas dari praktik buruk seperti korupsi, pelanggaran HAM, atau ketidakpatuhan lingkungan yang bisa berujung pada sanksi.
Implementasi ini sejalan dengan prinsip “We cannot improve what we do not measure”, perusahaan yang secara aktif mengukur dan melaporkan kinerja ESG-nya menunjukkan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan.
Pembicara menyampaikan bahwa 80% perusahaan dengan penerapan ESG yang baik memiliki korelasi positif terhadap peningkatan harga saham. Ini menjadi bukti bahwa pasar memberikan apresiasi nyata kepada perusahaan yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam model bisnisnya.
Peran ESG dalam dunia investasi semakin menguat sejak diluncurkannya Principles for Responsible Investment (PRI) pada tahun 2006. PRI menjadi panduan bagi investor di seluruh dunia untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi investasi mereka.
Inisiatif global ini lahir sebagai respon terhadap meningkatnya kesadaran bahwa faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola memiliki dampak besar terhadap kinerja keuangan jangka panjang sebuah perusahaan.
Source
  1. https://katadata.co.id/analisisdata/66fe5dea63efa/perjalanan-panjang-industri-nasional-buktikan-komitmen-esg

Ingin Bisnis Anda Lebih Terstruktur & Tersertifikasi?

Tim ahli kami siap bantu Anda capai standar terbaik untuk bisnis Anda.

Konsultasi Sekarang